Buat Hans Moderman rupa-rupanya lampu lalu lintas sudah tak lagi berfungsi membuat kondisi jalan menjadi aman. "Sudah saatnya lampu-lampu lalu lintas dibuang,"ujar Hans, seorang pakar keamanan jalan yang kini sedang mengembangkan proyek bernama Shared Space alias Berbagi Tempat.
Konon menurut Moderman berkendara tanpa lampu lalu lintas justru membuat pengendara mobil, motor, sepeda, dan pejalan kaki merasa lebih happy dan aman. Malah di Drachten, sebuah kota di utara Belanda, hanya 15 set lampu lalu lintas dari 50.000 lampu lalu lintas yang tersisa. Malah, kata dia, angka kematian akibat kecelakaan menurun sejak ada Shared Space.
"Dulu saban tiga tahun jalan ini disebut jalan kematian," kata Moderman, 61 tahun. "Tapi sejak tanpa lampu lalu lintas tak ada lagi korban tewas (akibat kecelakaan). Dia berasalan itu lantaran warga kini bertanggung jawab atas keselamatannya sendiri. "Dulu dengan lampu lalu lintas keselamatan jadi tanggung jawab pemerintah," katanya.
Apa sih lampu lalu lintas? Lampu lalu lintas adalah suatu peranti pemberi sinyal yang ditempatkan di persimpangan jalan, penyeberangan jalan, atau lokasi-lokasi lain untuk menunjukkan keadaan aman untuk mengendarai atau berjalan sesuai dengan kode warna universal (dan suatu urutan yang persis bagi orang-orang yang menderita buta warna). Lampu lalu lintas disebut juga sebagai alat pemberi isyarat lalu lintas /APILL
Sistem pengaturan lampu lalu-lintas pertama kali diperkenalkan di Westminster, Inggris pada 1868. Pada saat itu sebagai alat pengendalinya digunakan gas. Namun penggunaan gas tidak berlangsung lama, karena gas tersebut mudah meledak. Baru pada 1918 di New York diperkenalkan penggunaan sinyal sebagai pengendali untuk mengontrol lampu lalu-lintas.
Nah, mulai saat itulah dikenal tiga lampu warna: Merah, Kuning, dan Hijau. Sementara itu penggunaan sinyal secra manual yang menggunakan tenaga manusia sebagai operatornya, mulai digunakan di Piccodity pada 1925. Pada 1926 di Wolverhamton, Inggris, digunakan sistem pengaturan lampu lalu lintas otomatis untuk pertama kalinya.
Akankah dengan proyek Shared Space ini lampu lalu lintas akan berakhir riwayatnya? Entahlah. Barangkali di negara-negara yang bangsanya terbiasa tertib dan teratur itu bisa terjadi. Tapi bagaimana dengan di Indonesia? Ada lampu lalu lintas saja nggak tertib apalag nggak ada. Mungkin Moderman bisa juga menguji proyeknya di sini, di Indonesia.
[THETELEGRAPH]
