Ford Dukung Larangan SMS Sambil Nyetir

Print PDF
Share

DETROIT---
Ford Motor Company mendukung larangan mengirim pesan singkat di telepon selular (SMS) yang dibuat pemerintah federal Amerika Serikat. Ford merupakan produsen mobil pertama di dunia yang mendukung pelarangan tersebut. Ford pun mendukung langkah Senator Demokrat dari New York Charles E. Schumer yang mendesak sanksi pemotongan 25 persen dana operasional jalan raya terhadap negara bagian yang tidak mengikuti aturan tersebut.

"Hasil penelitian yang paling komplet dan terbaru menunjukkan bahwa kegiatan yang mengalihkan mata pengemudi dari jalanan dalam jangka waktu tertentu ketika mengemudi, seperti mengirim pesan singkat meningkatkan risiko kecelakaan," kata Wakil Presiden Direktur Ford untuk Ketahanan, Lingkungan, dan Keselamatan Susan M.Cischke.

"Ford percaya teknologi hands-free dan aktivasi suara mampu meredam risiko [kecelakaan] dengan membiarkan tangan pengemudi tetap berada di atas kemudi dan pandangan mata ke jalan," tutur Cischke, lagi. "Ford mendukung larangan mengirim atau menerima pesan singkat saat mengemudi."

Menurut Cischke larangan pemerintah itu tak berdampak negatif pada Ford. Sebab, kata dia, Ford memakai sistem komunikasi dan hiburan supercanggih yang disebut Ford Sync. Teknologi ini memungkinkan pengemudi memakai telepon selularnya dengan aman karena adanya hands-free. Teknologi ini bisa membacakan isi pesan singkat itu dengan keras.
Fitur Ford Sync ini merupakan perlengkapan standar untuk setiap model kendaraan keluaran Ford. Kendaraan jenis lain bisa mendapatkan fitur mutakhir ini dengan harga US$ 400.

Adapun Senator Schumer menyambut baik dukungan Ford. "Ford layak mendapat pujian karena merupakan perusahaan pembuat mobil yang mendukung pelarangan kebiasaan buruk ini," kata Schumer. Beberapa pabrikan terkemuka lainnya belum mengeluarkan pernyataan yang mendukung atau menolak larangan tersebut.

Larangan ber-SMS selama menyetir ini telah diberlakukan di 14 negara bagian dan Washington DC. RIset yang digelar Institut Transportasi Virginia Tech menyimpulkan ber-SMS sembari mengemudi berisiko mengalami tabrakan sebanyak 23 kali ketimbang pengemudi yang tak ber-SMS.

[NYTIMES, 10 September 2009]

Comments (0)add comment

Write comment
smaller | bigger
 

busy